Rabu, 25 Februari 2015

RIWAYAT SYEKH MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI


Salah satu permata Kalimantan pada jaman dulu adalah Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari lahir sekitar tahun 1150 H (1735M) di Martapura Kabupaten banjar Kalimantan selatan,beliau adalah keturunan sultan kerajaan banjar dan nasabnya bersambung sampai ke Pangeran Suriansyah atau Pangeran Samudera ,sultan pertama kerajaan banjar yang memeluk agama islam dan terus bersambung sampai ke Raja pertama ke Rajaan Daha Kalimantan yaitu Pangeran suryanata atau Raden putera suami dari Puteri Junjung Buih,nasab beliau adalah Syekh Muhammad Nafis bin Idris bin Husein bin Ratu Kusuma Yoeda bin pangeran Kesuma Negara bin Pangeran Dipati bin sultan Tahlillah bin sultan Saidullah bin Sultan Inayatullah bin Sultan Musta'in Billah bin Sultan Hidayatullah bin Sultan Rahmatullah bin Sultan Suriansyah.
Sejak muda beliau sangat cinta akan ilmu ,sehari hari digunakan beliau untuk menuntut ilmu agama baik itu ilmu tauhid,fiqih ,tasawuf maupun ilmu ilmu lainnya,sehingga kegemaran beliau ini membawa beliau melanglang buana mencari ilmu sampai ke Mekkah,diperkirakan jaman Syekh Muhammad nafis ini bertepatan dengan jamannya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari,dan sebagian guru guru Syekh Muhammad Nafis juga guru guru dari Syekh Muhammad Arsyad,adapun sebagian guru guru beliau adalah :
!.Syekh Abdullah Hijazi As-Syarkawi
2.Syekh Siddiq bin Umar Khan
3.Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-seman Al-Madani
4.Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz Al-Banjari
5.Syekh Muhammad Al-Jawhari
Setelah berada ditanah air dengan berbekal ilmu yang diperoleh beliau dari Tanah Suci Mekkah beliau berdakwah kebeberapa daerah di nusantara ini,untuk mangajak masyarakat mengESAkan Allah,karena keluasan  dan ketinggian ilmu beliau serta kegigihannya dalam berdakwah oleh masyarakat Sumatera beliau diberi gelar 'MAULANA AL-ALLAMAH AL-FAHHAMAH AL-MURSYID ILAA THARIQ AL-SALAMAH AS-SYEKH  MUHAMMAD NAFIS  IBN IDRIS IBN HUEIN AL-BANJARI 
 (Tuan Guru yang sangat alim yang menunjukkan kejalan keselamatan Syekh Muhammad Nafis bin Idris bin Husein Al-Banjari)
Berbeda dengan syekh Muhammad Arsyad yang sepulang dari Makkah terus mengembangkan ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat Desa Dalam Pagar dan banyak mempunyai kesempatan menulis sejumlah kitab,Datu Nafis atau Syekh Muhammad Nafis ini berkelana dari suatu daerah kedaerah lainnya sehingga beliau hanya sempat mengarang satu buah kitab yaitu Kitab Ad-Durrun Nafis (Permata Yang Indah) kitab Ad durrun Nafis tersebut pada ,mulanya dikarang beliau karena permintaan dari teman temannya namun akhirnya banyak diminati dan tersebar keseluruh dunia dan membuat nama beliau menjadi harum,kitab Ad-Durun Nafis tersebut tidak saja dicetak atau diterbitkan didalam negeri,tetapi juga dicetak diluar negeri seperti ditemukan menurut urutan tahun adalah:
1.Terbitan thn 1313 H oleh Mathba'ah Al-Karimul Islamiah di Mekkah
2.Terbitan thn 1323 H oleh Mathba'ah Al-Miriah di Mekkah yang terbuat sebagai hamisy (tepi) Kitab Hidayatus Salikin Karya Syekh Abdus Shamad Al-Palembani
3.Terbitan thn1343 H oleh percetakan Musthafa Al-Babi Al-Halabi wa Awladihi
4.Terbitan thn 1347 H oleh Darut Thaba'ah Al-Mishriyah Mesir
5.Terbitan Kedai Sulaiman Mar'i,Bashrah Sreet Singapore tanpa tahun
6 Terbitan Maktabah Sulaiman Mar'i wa Syirkahu Surabaya indonesia tanpa tahun
7.Terbitan Maktabah As-Saqafah tanpa tahun
8.Terbitan Maktabah Haramain Singapore tanpa tahun
9.Terbitan Ahmad Sa'ad bin Nabhan Surabaya tanpa tahun
10.Terbitan Maktabah salim Nabhan Surabaya tanpa tahun
Kitab yang berbahasa melayu ini merupakan kitab kecil dan tipis tetapi isinya sangat padat yaitu berisi ajaran Tauhid yang tinggi yang menjelaskan tentang ke ESA an ALLAH dari segiZAT,SIFAT ASMA dan AF'AL tujuannya untuk melepaskan segala macam penyakit hati,tetapi kitab ini tidak bisa dipelajari oleh sembarangan orang,kecuali orang yang sudah mantap fiqih,tauhid dan ma'rifatnya,untuk menulis kitab ini Datu Nafis disamping menggunakan bahan yang diperolehnya dari guru guru beliau juga menggunakan literatur sebagai pengambilan antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:
1.Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli Syarah Dalailul Khairat
2.Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi Al-Mishri Syarah Wirdu Syahrin
3.Abdul Wahab Asy-Sya'rani Al-Jawahir wad Durar
4.Muhibbudin ibnu Arabi Futuhal Makiyyah Fushushul Hikam
5.Abdul ghani An-Nabulusi Syarah Jawahirun Nushushu fi Halli Kalimatil fushush
6.Ibnu ' Athaillah al-Iskandari Al-Hikam
7.Ibnu Raslan Syarah Hikam
8.Ibnu 'Abbad Syarah Hikam
9.Abdul Karim Al-Jili' Insanul kamil
10.Siddiq Ibnu 'Umar Syarah Qashidah 'ainiyyah
11.Sayyid Musthfa Ibnu Qamaruddin Al-Bakri Wirdi Syahrin
12.Syekh Muhammad bin Abdul karim As-samani Al-manhah Al-Muhammadiyah,Iqhatsatul Lahfan,'Anwanul jaluwwah fii Sya'nil Khalwah
13.Abu Hamid Al-Ghazali Ihya 'Ulumid Din ,Minhajul Abidin
14.abdullah bin Ibarahim Mirghani Mukhlish Mukhtasar Tuhfah al Mursalah
15.Abdul karim Al-Qusyairi Risalah Qusayriah
  Dalam kitab tersebut beliau menyatakan bahwa beliau pengikut Mazhab Syafi'i dalam Fiqih,Imam Asy'ari dalam hal Tauhid ,Imam Junaidi dalam Tasawuf,Qadiriyah Tarekatnya ,syattariyah pakaiannya,naqsabandiyah amalannya,Khalwatiyah makanannya dan Sammaniyah minumannya.
 Seorang  yang kasyaf didaerah Amuntai yaitu Drs .Tabrani mengatakan bahwa kitab Ad-Durrun Nafisberisi bagian ilmu dari para wali ,barang siapa mempelajarinya maka ia akan dicatat oleh para wali tersebut sebagai bagian dari mereka,ini merupakan salah satu karamah dari Datu syekh Muhammad nafis Al-Banjari,selain itu kubur beliau pernah berpindah dengan sendirinya empat kali dari Kotabaru,Pelaihari lalu Martapura dan terakhir diKelua  dan inilah yang sering di ziarahi orang sampai sekarang.... tepatnya di Mahar Kuning Desa Binturu Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong Tanjung,beliau wafat sekitar tahun 1200 H atau 1780 M.
Read More ->>

Selasa, 24 Februari 2015

RUMAH BATU (RUMAH BELANDA)

Rumah Batu (Rumah Belanda) 
Desa Muara  ninian kec.juai

Arsitektur Eropa Zaman Kolonial Di Bumi Sanggam
PARINGIN, MK- Dari sekian banyak situs peninggalan arkeologi di Kabupaten Balangan ternyata pengaruh kehidupan kolonial dimasa penjejahan Belanda menghasilkan situs peninggalan budaya berupa bangunan dengan arsitektur bergaya Eropa.
Menurut data hasil penelitian Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) Pontianak dari delapan Kecamatan di Balangan, tersebar situs-situs peninggalan arkeologi di 24 desa, diantaranya rumah dengan arsiktektur bergaya Eropa peninggalan zaman kolonial yang terletak di Desa Simpang Tiga Kecamatan Lampihong sebanyak dua buah dan satu buah di Desa Muara Ninian Kecamatan Juai.


Salah satu rumah dengan arsiktektur bergaya Eropa peninggalan zaman kolonial yakni, rumah milik Alm. H. N. Iffansjah Hanafie bin Handran yang dibangun pada tahun 1926 terletak di seberang pasar Desa Ninian Kecamatan Juai.
Rumah ini, lebih dikenal dengan sebutan Rumah Batu atau Rumah Belanda. Selaian mempunyai denah menyerupai hurup U khas rumah Eropa khususnya Belanda, bahan bangunan pun mengunakan beton untuk bagian pondasi bawah mulai dari pondasi hingga lantai untuk seluruh bagian rumah, sedangkan bangunannya menggunakan bahan kayu, khusus lantai rumah mengunakan teraso warna gelap (hitam/hijau) untuk ruang tamu, sedangkan ruang keluarga dan kamar tidur mengunakan teraso warna kuning kecoklatan dan abu-abu.
Rumah dengan persegi empat 20×20 meter dengan tinggi hampir 12 meter serta menggunakan atap sirap itu, hingga kini masih kukuh berdiri menjadi aksi hidup perjalanan Balangan.
“Pemilik rumah ini yakni, Alm. H. N. Iffansjah Hanafie bin Handran merupakan putra kelahiran Amuntai 28 Februari 1939 yang kini keluarga besarnya berada di Jakarta,’’ ujar Suriansyah (57) yang kini mendiami rumah Batu tersebut.
Sebetulnya rumah tersebut, lanjut keponakan , Alm. H. N. Iffansjah Hanafie ini, dibangun semasa ayah H. N. Iffansjah Hanafie masih hidup lalu kemudian diwariskan kepada beliau.
Namun sejak sekitar tahun 1975, kata Suriansyah, Alm. H. N. Iffansjah Hanafie berhenti mengeluti usaha karet lalu pindah ke Jakarta, sejak itulah rumah Batu dipercayakan kepada H. Kurdi yang merupakan ayah dari Suriansyah yang mendiami rumah tersebut hingga kini.
Suriansyah menilai, rumah milik Iffansyah ini, berarsiktektur bergaya Eropa peninggalan zaman kolonial karena beliau merupakan bagian dari keluarga seorang pengusaha kaya yang sering melakukan perjalanan keluar daerah.
“Wajar rumah ini bergaya rumah Belanda, karena ayah beliau Alm. Handran merupakan orang kaya pada jamannya. Sehingga membuat rumah berarsiktektur bergaya Eropa sesuai pada zaman kolonial Belanda menandakan kemapan ekonomi keluargannya,’’ jelas.
Meski rumah berarsiktektur Eropa khususnya Belanda, kata Suriansyah, tidak pernah ada cerita mengenai kedekatan ataupun hubungan keluarga Alm. H. N. Iffansjah Hanafie dengan kaum penjajah Belanda.
“Menurut sejarah, tidak ada hubungan khusus keluarga Alm. H. N. Iffansjah Hanafie dengan kaum penjajah. Meski bangunan rumah miliknya berarsiktektur Eropa pada jaman kolonial,’’ tegasnya.
Selain itu, rumah Batu ini juga sempat digunakan oleh TNI selama empat tahun yakni, mulai tahun 1959 hingga 1963 sebagai Pos penjagaan untuk keamanan dari gangguan gerakan Ibnu Hajar di Wilayah Balangan.
“Rumah Batu ini pernah digunakan para Mondrik (pasukan TNI dan Polisi) untuk pos penjagaan dari para gerombolan (kelompok Ibnu Hajar),’’ beber Suriansyah.
Selain rumah Batu ini, tambahnya, ada dua pos penjagaan lagi yang digunakan oleh para Mondrik guna menyisir para gerombolan yakni, di Desa Sungai Batung kecamatan Juai dan di Kecamatan Halong.
Dharma Setyawan guru sejarah di SMAN 1 Paringin mengungkapkan, keberadaan rumah dengan arsiktektur bergaya Eropa peninggalan zaman kolonial tidak terlepas dari kehidupan sosial pemilik rumah yang rata-rata pengusaha karet pada masa kolonial.
Wilayah Balangan dimasa kolonial, menurut lulusan FKIP Pendidikan Sejarah Universitah Unlam ini, merupakan wilayah penghasil karet dengan jumlah besar.
“Sehingga sebetulnya keberadaan Belanda di wilayah Balangan selain upaya pengamanan dan menjalankan pemerintahan di Kewedanan Balangan juga lebih kepada penguasaan produksi karet yang ada.

Read More ->>

MERAWAT IKAN DALAM AQUARIUM

Ingin Memelihara Ikan Dalam Aquarium, Ii Tips nya


 Selain Anda senang, akuarium yang berisi ikan-ikan cantik dapat membantu melepaskan stres yang dihadapi.



Perhatikan ukuran akuariumSaat memulai membuat akuarium, pastinya Anda tidak pernah mempertimbangkan untuk langsung membeli akuarium ukuran besar. Namun, tahukah Ma, ternyata akuarium besar memiliki keuntungan sendiri. Jika filter akuarium atau pemanas air rusak, air di dalam akuarium besar akan bertahan lebih lama dan memberikan waktu lebih lama untuk menyelesaikan masalah-masalah yang bisa terjadi.

Ikan air tawar atau laut?Ikan air tawar akan lebih mudah dirawat daripada ikan air laut. Tapi sebelum akuarium tersebut siap, tanyakan pada penjual ikan (atau mungkin baca buku mengenai perawatan ikan) untuk mengetahui tips-tips cara mengganti air, memasang filter akuarium, dan cara menciptakan lingkungan akuarium sehat untuk ikan-ikan Anda.

Cermat pilih ukuran ikanIkan ukuran kecil merupakan ikan yang terbaik, seperti jenis neon tetra dan cardinal tetra, cory cats, gouramis, dan zebra danios (ikan mas lebih memerlukan perhatian ekstra). Akuarium yang memiliki lampu akan lebih memerlihatkan warna indah dari ikan-ikan tersebut. Tapi, sebaiknya jangan nyalakan sepanjang hari karena akan memicu pertumbuhan lumut lebih cepat.

Makanan ikanApapun makanan yang diberikan untuk ikan Anda, jenis kering, berbentuk pellet, ataupun makanan ikan alami (seperti cacing, dll) jangan pernah memberi makan ikan Anda berlebihan. Makanan yang tidak termakan akan membuat akuarium Anda kotor. Anak Anda tetap bisa memberi makan ikan tersebut, tapi jangan lupa ingatkan untuk memberikan takaran yang pas.

Peliharalah lingkungan akuarium sehatAnda harus mengganti 1/5 air akuarium tersebut sedikitnya seminggu sekali, tapi lebih baik jika ½. Tapi jangan terlalu sering mengganti air akuarium karena bakteri yang hidup untuk membantu ikan tetap sehat akan mati. (Penulis: Cheryl Pricilla Bensa/foto: dok. Feminagroup)
Read More ->>

WISATA RELIGI (DATUK KANDANG HAJI)

Salah satu tradisi warga Balangan pada saat lebaran adalah berziarah ke makam Datuk Kandang Haji yang terdapat di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai.



Datu Kandang Haji adalah salah seorang dari dua orang datu (satunya lagi Datu Sanggul dibagian Selatan Banjarmasin, Tatakan Rantau dan sekitarnya) yang aktif berdakwah, mengajar masyarakat mengaji Alquran dan menghidupkan pelaksanaan shalat Jumat di bagian Utara Banjarmasin (Paringin dan sekitarnya). Beliau wafat dengan meninggalkan Alquran tulisan tangan, sepasang terompah, dan tongkat untuk berkhutbah. Makam beliau terletak di samping masjid yang didirikannya di Paringin.
Datu Kandang Haji hidup sezaman dengan Datu Sanggul (Rantau) yang wafat pada tahun 1772 M, karena itu, besar kemungkinan Datu Kandang Haji hidup di era tahun 1760-an dan tahun-tahun sebelumnya.
Datu Kandang Haji aktif menyebarkan Islam di Paringin dan sekitarnya, beliau menyebarkan dan mengajarkan Islam kepada masyarakat Paringin, mengajar mereka mengaji atau membaca Alquran, membimbing kegiatan keagamaan masyarakat (terutama khutbah Jumat), menyalin Alquran, serta memotivasi masyarakat untuk melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan baik, beliau juga menjadi pelopor bagi masyarakat untuk melaksanakan kewajiban shalat Jumat. Shalat Jumat sendiri pada waktu itu
tidak hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga diwajibkan oleh negara, karena itu jika ada yang tidak shalat Jumat, maka mereka akan dikenakan denda.
Datu Kandang Haji adalah ulama yang bertanggung jawab terhadap penyebaran dan pengajaran Islam kepada masyarakat, khususnya wilayah bagian Utara Banjarmasin, yakni Paringin dan sekitarnya ketika itu, karena untuk dakwah di Banjarmasin, martapura, dan sekitarnya sudah diisi oleh ulama kerajaan sedangkan bagian Selatan yakni Tatakan Rantau dan sekitarnya sudah diisi oleh Datu Sanggul.
Pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dipelopori oleh Datu Kandang Haji pada waktu itu tentu saja masih dalam bentuknya yang sederhana, namun walau demikian diyakini bahwa dakwah beliau cukup berhasil, sehingga masyarakat Paringin termasuk kelompok masyarakat yang sudah lama mengenal agama Islam.

makam Datu Kandang Haji



Makam Datu Kandang Haji terletak di Desa teluk bayur Kecamatan Juai , Kurang lebih
20 Km dari ibukota Kabupaten Balangan. Obyek ini merupakan Wisata relegius, dimana
Datu Kandang Haji merupakan Tokoh penyebar Agama Islam di Kabupaten Balangan.

Read More ->>

Selasa, 03 Februari 2015

BERBAGAI TUMBUHAN OBAT

BERBAGAI TUMBUHAN OBAT KHASIAT , KANDUNGAN KIMIA  DAN KEGUNAANNYA


BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
Tanaman ini termasuk familia liliceae.Tumbuhan ini banyak tumbuh semusim  di tanah yang banyak mendapat sinar matahari .Dapat di kembangkan melalui ubinya.
Kandungan kimia;flavongkosida , sulfur
Kegunaan;Mengobati demam pada anak , perut kembung, masuk angin, kerokan, desentri, hipertensi, kutu air, bisul/luka.


BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)

Tanaman ini termasuk familia Liliceae. Tumbuhan ini tumbuh semusim.Bisa di kembangkan melalui ubinya.
Kandungan kimia; Minyak astiri, saponim, flavonoida, folivenol, kalium, saltvine, diallysufide.
Kegunaan;Mengobati hiverensi, sakit kepala, flu disentri, batuk rejan dan bronchitis, luka kena benda tajam berkarat,cacingan,perut kembung, bisul yang baru tumbuh, maag, batuk, masuk angin, asma, gigitan serangga beracun.

JAGUNG (Zea mays L.)

Tanaman ini termasuk familia poaceae.Nama Daerah :jagong(Aceh,batak,ambun,sunda),jagung(Jateng,bali, sasak-nusa tenggara),jagungg(madura).Habitus berumpun,tinggi sekitar 1,5 m;batang bulat,tidak bercabang;daun tunggal,berpelapah,bulat panjang,panjang 35-100 cm,lebar  3-12 cm,hijau.kandungan kimia;biji mengandung alkoloida,Saponim,flavonoida,dan folifenol,kalium,thiamin,fosfor.

Kegunaan:obat ginjal,hipertensi,diabetes,cacar air,diare,dan lain-lain.
Read More ->>

Sidebar One

Stats

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Popular Posts